Bacaan
TopikKemampuan Allah dan Akibat Kekafiran (Ayat 26-28)
وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu, dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah, dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.
Logical Fallacy
(46:26): Intentionality fallacy (Kesalahan niat/fungsi) - Mengklaim bahwa indra manusia (pendengaran, penglihatan, dan hati) "tidak berguna sedikit pun" semata-mata karena mereka tidak memakainya untuk mempercayai dogma agama. Ini mengabaikan nilai fungsi biologis, intelektual, dan peradaban yang dibangun dari indra tersebut di luar urusan dogma.
Contradiction
Inkonsistensi: S46:26 menyatakan kaum 'Ad diberi kemampuan/kekuatan lebih dari orang Mekah—namun penghancuran mereka dengan angin menunjukkan kekuatan fisik tidak memberi perlindungan dari azab Allah. Logika 'lebih kuat tapi tetap dihancurkan' digunakan sebagai peringatan, namun Allah yang memberi kekuatan itu juga menghancurkan—menunjukkan inkonsistensi dalam atribut pemberian Allah.

