Al-Ahqaf (Bukit Pasir) Ayat 17

Bacaan

TopikPerbedaan Orang Beriman dan Kafir (Ayat 16-20)

وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُونُ مِنْ قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ آمِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

(46:17) Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah."805) Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), "Celaka kamu, berimanlah! Sungguh, janji Allah itu benar." Lalu dia (anak itu) berkata, "Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu."

Catatan Depag

*805) Kata-kata, kalimat, atau isyarat, yang bernada menentang.

Kritik

Narasi tentang seorang anak yang meremehkan ancaman kebangkitan dengan berkata kepada orang tuanya, "Itu hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu", sementara orang tuanya justru memohon pada Tuhan dan mempercayainya, secara telak menghancurkan mitos sejarah Islam tradisional. Teks ini dengan sendirinya membuktikan bahwa generasi tua (leluhur Arab) sudah percaya pada monoteisme dan kebangkitan (sangat dipengaruhi Yahudi-Kristen). Penolakan (ateisme/materialisme) justru merupakan tren ideologi pemberontakan sekuler yang baru muncul di kalangan generasi muda saat itu, bukan sisa tradisi kaum Jahiliyah primitif.

Cacat Logika

(46:17-18): Appeal to fear (Menggunakan ketakutan) - Mengisahkan respons rasional seorang anak kritis yang menyebut konsep kebangkitan sekadar "dongeng orang-orang dahulu". Alih-alih membuktikan kepada sang anak bahwa itu bukan dongeng, teks langsung memvonis sang anak secara sepihak ke dalam deretan "orang-orang yang rugi dan terkena azab" bersama jin dan umat purba.

Moral

(46:17-18): Mengutuk seorang anak yang bersikap skeptis terhadap konsep kebangkitan setelah mati sebagai orang yang rugi dan diancam azab bersama bangsa-bangsa masa lalu. Skeptisisme kritis dibalas dengan hukuman tanpa ruang diskusi.