Bacaan
TopikSikap Penolakan terhadap Kebenaran (Ayat 7-10)
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ ۖ كَفَىٰ بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۖ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Bahkan mereka berkata, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur`an)." Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tidak kuasa sedikit pun menghindarkan aku dari (azab) Allah. Dia lebih tahu apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur`an ini. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dengan kamu. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Logical Fallacy
(46:8): Circular reasoning (Penalaran melingkar) - Untuk membela diri dari tuduhan bahwa Muhammad mengarang Al-Quran, teks mengajukan argumen bahwa "Cukuplah Dia (Allah) menjadi saksi antara aku dengan kamu". Menggunakan Tuhan sebagai saksi kebenaran Kitab, padahal eksistensi Tuhan itu sendiri diklaim melalui Kitab tersebut.

