Bacaan
TopikRefleksi Uhud: Kepercayaan kepada Allah dan Pengampunan
إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا ۖ وَلَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu,158) sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
Catatan Depag
158) Dua pasukan itu ialah pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum musyrikin dalam Perang Uhud.
Logical Fallacy
Special pleading — 'orang yang berpaling saat dua pasukan bertemu, setan menyebabkan mereka tergelincir' — setan sebagai excuse untuk kegagalan militer.
Moral Concern
(3:155): 'Setan menyebabkan mereka tergelincir' setelah kekalahan Uhud — eksternal locus of control yang mengurangi tanggung jawab personal atas keputusan buruk.

