Bacaan
TopikKonteks Kekalahan Uhud: Cobaan Iman dan Ketabahan
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami149) dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
Catatan Depag
149) Melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah -Subḥānahu wata'ālā-.
Kritik
Ayat 147b (Salah Penempatan): Frasa mengenai "Dia membalasmu dengan kesusahan demi kesusahan" tidak cocok berada di ayat 147 Pakar kritik teks menunjukkan bahwa kalimat ini seharusnya berada di tengah-tengah ayat 148, namun terjadi kesalahan penempatan saat kompilasi
Logical Fallacy
Appeal to prayer — doa tentara nabi 'ampuni kami, tetapkan langkah kami' sebagai model ketaatan dalam perang.

