Bacaan
TopikKisah Musa dan Fir'aun (Ayat 46-56)
وَمَا نُرِيهِمْ مِنْ آيَةٍ إِلَّا هِيَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا ۖ وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab786) agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Catatan Depag
*786) Yang dimaksud "azab" di sini ialah azab duniawi sebagai cobaan dari Allah, seperti kekurangan makanan, berjangkitnya hama tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.
Logical Fallacy
(43:48): Argumentum ad baculum - Membenarkan pendekatan kekerasan dengan dalih "Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali" dalam kisah Fir'aun. Ini melegitimasi penyiksaan sebagai instrumen sah penundukan agama, alih-alih melalui diskursus atau verifikasi ide.
Moral Concern
(43:48): Menormalisasi penggunaan bencana dan siksaan fisik di dunia secara paksa (koersi) sebagai metode agar manusia mau tunduk kembali ke jalan agama.

