Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika tersebar isu di Perang Uhud bahwa Nabi Muhammad SAW telah terbunuh. Sebagian orang ingin menyerah, sementara sahabat yang beriman kuat mengajak agar terus berjuang sampai mati menyusul Nabi.
TopikKonteks Kekalahan Uhud: Cobaan Iman dan Ketabahan
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul.148) Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.
Catatan Depag
148) Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ialah seorang manusia yang diangkat Allah menjadi Rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat karena terbunuh, ada pula yang wafat karena sakit biasa. Karena itu Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- juga akan wafat seperti halnya Rasul-rasul yang terdahulu. Pada waktu Perang Uhud berkecamuk tersiar berita bahwa Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang munafik mengatakan bahwa kalau Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan wafat terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang munafik itu. (Sahih Bukhari bab Jihad). Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- mengemukakan ayat ini – di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat pada hari wafatnya Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk menenteramkan Umar Ibnul Khattab -raḍiyallāhu 'anhu- dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).
Kritik
(3:144) Sangat diduga kuat sebagai ayat revisi pasca-kenabian; ayat yang membahas skenario kematian Muhammad ini sengaja disisipkan pasca-kematiannya untuk menghentikan kemurtadan umat. (The Qur'an: A Historical-Critical Introduction)
Logical Fallacy
Appeal to persistence — 'Muhammad hanyalah seorang rasul; jika dia wafat atau terbunuh apakah kamu berpaling?' — solidaritas berbasis figur pemimpin.

