Bacaan
TopikKonteks Kekalahan Uhud: Cobaan Iman dan Ketabahan
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
(3:140) Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim,
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika Nabi pulang dari Uhud dengan sedih dan melihat para wanita menangis menampar wajah mereka karena suami dan anak-anak mereka gugur. Allah menghibur mereka bahwa musuh juga merasakan luka yang sama.
Cacat Logika
Kekalahan dijelaskan dengan aturan yang baru muncul. Luka yang diterima disamakan dengan luka pihak lawan, lalu disebut bahwa masa kejayaan dipergilirkan di antara manusia. Aturan pergiliran itu tidak disebutkan sebelum kekalahan, dan dipakai untuk menerangkannya sesudahnya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

