Bacaan
TopikKabar Gembira bagi Orang Beriman (Ayat 23-26)
ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
(42:23) Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.779
Catatan Depag
*779) Allah mensyukuri hambanya, maksudnya ialah memberi pahala terhadap amal-amal hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya dan sebagainya.
Kritik
Upah yang diminta hanya al-mawaddah fil-qurba, dan dua mazhab membacanya berlawanan: Sunni memahaminya sebagai kasih sayang karena pertalian kerabat dengan Quraisy supaya seruannya tidak diganggu, Syiah membacanya kecintaan kepada keluarga Muhammad sebagai kewajiban umat. Ayat yang sama jadi dalil dua bangunan kepemimpinan yang saling menolak, dan kalimatnya tidak menyebut siapa yang dimaksud.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

