Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 130

Bacaan

TopikLarangan Riba dan Standar Moral Beriman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

(3:130) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda 144) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Catatan Depag

144) Yang dimaksud riba di sini ialah riba nasiah. Menurut sebagian besar ulama bahwa riba nasiah itu selamanya haram, walaupun tidak berlipat ganda.

Kritik

(3:130-136): Regulasi ekonomi yang tidak rasional — Larangan riba tanpa menyediakan alternatif sistem keuangan yang jelas menciptakan ambiguitas. Bunga bank modern adalah mekanisme fundamental ekonomi kontemporer yang mendukung pertumbuhan dan inovasi.

Cacat Logika

Larangan tanpa keterangan kerugiannya. Riba berlipat ganda dilarang, lalu ditutup dengan perintah bertakwa agar beruntung. Apa yang membuat riba merugikan tidak diuraikan, yang disebutkan hanya akibat kalau tidak menurut.

Moral

(3:130-136): Terorisme ekonomi — Mengancam 'perang dengan Allah dan Rasul-Nya' (3:130) untuk pelanggaran kontrak keuangan adalah terorisme ekonomi. Dalam sistem modern, sengketa keuangan diselesaikan melalui arbitrase, bukan ancaman supernatural.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 2:275-279 yang juga melarang riba dengan ancaman yang berbeda. Kontradiksi dengan 30:39 yang membedakan antara riba dan 'zakat yang diberikan untuk mendekatkan diri kepada Allah' — jika keduanya adalah transfer kekayaan, mengapa satu diharamkan dan satu dianjurkan?