Bacaan
TopikPeringatan Keras Melawan Pertemanan dengan Non-Muslim
مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.
Moral Concern
(3:116-120): Prasangka buruk dan polarisasi — Mengajarkan prasangka buruk kolektif terhadap non-Muslim menciptakan polarisasi sosial yang berbahaya. Dalam masyarakat plural, hubungan antar-komunitas harus dibangun atas dasar saling percaya, bukan prasangga.

