Bacaan
TopikPersatuan Umat Islam dan Klaim Keunggulan Muslim
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
(3:113) Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur,138) mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat).
Catatan Depag
138) Golongan Ahli Kitab yang telah memeluk agama Islam.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk meluruskan ejekan pendeta Yahudi yang mengklaim bahwa orang Yahudi yang masuk Islam hanyalah "orang-orang terburuk" dari kalangan mereka. Riwayat lain menyebutkan ayat ini memuji umat Islam yang mau mendirikan salat Isya, sementara para Ahli Kitab tidak melakukannya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) 113-114 Dua ayat ini turun untuk menjelaskan bahwa tidak semua Ahli Kitab memiliki karakter, watak, dan sifat yang buruk serta membangkang terhadap Islam. Sebaliknya, ada di antara mereka orang-orang yang bersikap luruspada agama Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Moral Concern
(3:101-115): Uniformitas yang mematikan — Menuntut 'berpegang pada tali Allah bersama-sama' (3:103) adalah tuntutan uniformitas yang mematikan keragaman pemikiran. Dalam masyarakat demokratis, perbedaan pendapat adalah kesehatan, bukan 'fitnah'.
Contradiction
(3:113): 'Tidak semua Ahli Kitab sama; ada yang jujur' — bertentangan dengan generalisasi negatif di ayat sebelumnya (3:75, 3:78, 3:99, dll.).

