Bacaan
TopikPersatuan Umat Islam dan Klaim Keunggulan Muslim
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), "Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab akibat kekafiranmu itu."
Logical Fallacy
Appeal to fear — deskripsi hari ketika wajah memutih dan menghitam — dikotomi visual berbasis ketaatan.
Moral Concern
(3:106): Menggunakan simbolisme fisik yang bias warna (colorism), di mana keselamatan diwakili oleh "wajah yang putih berseri" sedangkan dosa dan kekafiran dilabeli dengan "wajah yang hitam muram". Penggunaan bahasa ini merendahkan dan memberi stigma negatif pada ciri-ciri fisik tertentu secara turun-temurun.

