Bacaan
TopikPersatuan Umat Islam dan Klaim Keunggulan Muslim
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
(3:103) Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Kritik
Ayat 103 (Varian Manuskrip Bankipur): Serupa dengan Surat 2, manuskrip Al-Qur'an Syiah Bankipur menambahkan kalimat yang tidak ada di versi Utsmani: "kemudian Muhammad menyelamatkanmu darinya beserta keturunannya..."
Cacat Logika
Kebersamaan dipakai sebagai alasan. Persatuan diperintahkan dengan mengingatkan permusuhan lama yang pernah didamaikan. Bahwa satu kelompok berhasil dirukunkan tidak menunjukkan dasar pemersatunya benar, hanya menunjukkan ia berhasil menyatukan.