As-Saffat (Barisan-Barisan) Ayat 149

Bacaan

TopikBantahan tentang Anak Perempuan Allah (Ayat 149-157)

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ

(37:149) Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekkah), "Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak laki-laki?740)

Catatan Depag

*740) Orang musyrik mengatakan bahwa Allah mempunyai anak-anak perempuan (malaikat), padahal mereka sendiri menganggap hina anak perempuan.

Kritik

Perdebatan sengit tentang apakah Tuhan memiliki "anak perempuan" (berhala malaikat perempuan) menyadur secara vulgar teknik debat jalanan (formal disputation) khas Yunani-Romawi yang sedang populer di Timur Dekat saat itu. Alih-alih memberikan argumen ketuhanan yang substantif, penulis teks ini terjebak dalam gaya retorika sekuler yang dangkal, menggunakan kelemahan logika patriarki yang konyol ("Masa kalian dapat anak laki-laki, sedangkan Tuhan dikasih anak perempuan?"). (Patricia Crone, The Religion of the Qur’anic Pagans).

Cacat Logika

(37:149-153): Appeal to emotion (Bersandar emosi) - Menyerang teologi politeis Mekkah bukan dengan argumen ketuhanan, melainkan dengan mengeksploitasi bias gender dan emosi masyarakat patriarki saat itu, yakni mengolok-olok mengapa Tuhan diberikan "anak perempuan" sementara kaum musyrik lebih memilih "anak laki-laki".

Sains

(37:149-157): Klaim malaikat adalah perempuan — konteks menunjukkan ini dianggap kedustaan; namun seluruh diskusi tentang jenis kelamin entitas supranatural tidak memiliki basis empiris.

Kontradiksi

Ayat 149–157 menyatakan Allah membantah klaim Arab bahwa malaikat adalah 'anak perempuan Allah'. Kontradiksi dengan Q53:19-23 yang menyebut al-Lata, al-Uzza, dan Manat sebagai 'nama-nama yang kamu beri' — tapi Q22:52 mengakui ada episode di mana Muhammad sempat memuji ketiga dewi ini sebelum dikoreksi. Jika episode Gharaniq benar (sebagaimana diriwayatkan Thabari dari sanad yang kuat), maka Q37:149-157 justru merespons kebingungan yang sebagian diciptakan oleh pernyataan Muhammad sendiri.