Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 97

Bacaan

TopikKa'bah sebagai Pusat Ibadah dan Seruan kepada Ahli Kitab

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

(3:97) Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim.134) Barang siapa memasukinya (Baitullah) maka dia aman. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu135) mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

Catatan Depag

134) Lihat Al-Baqarah (2): 125. 135) Orang yang sanggup mendapatkan perbekalan, alat-alat pengangkutan, sehat jasmani dan perjalanan pun aman serta keluarga yang ditinggalkan terjamin kehidupannya.

Kritik

(3:97) Kata "Bakkah" tidak menunjukkan kota purba yang misterius, melainkan sekadar fenomena asimilasi konsonan "m" menjadi "b" karena pengaruh preposisi "bi-" di depannya, membantah klaim apolojetik Makkah tua. (The Qur'an: A Historical-Critical Introduction,)

Cacat Logika

Pernyataan tanpa penopang (ipse dixit). Disebutkan bahwa siapa yang memasukinya menjadi aman. Bentuk keamanan yang dimaksud tidak dirumuskan, sehingga tidak ada keadaan yang bisa menunjukkan pernyataan ini keliru.

Moral

(3:97): Kewajiban haji bagi yang mampu — sistem kewajiban finansial-fisik yang mengecualikan komunitas yang jauh secara geografis dan ekonomi.