As-Saffat (Barisan-Barisan) Ayat 105

Bacaan

TopikKisah Nabi Ibrahim (Ayat 83-113)

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

(37:105) Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu."733) Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Catatan Depag

*733) Mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan wajib dilaksanakan.

Cacat Logika

(37:102-106): Divine command theory tanpa etika — perintah menyembelih anak sendiri dipatuhi tanpa pertanyaan etis apapun. Kepatuhan total pada perintah ilahi yang secara intrinsik kejam dipresentasikan sebagai kebajikan tertinggi, tanpa memberi ruang untuk evaluasi moral independen.

Moral

(37:102-107): Glorifikasi kesiapan orang tua menyembelih anak atas perintah mimpi sebagai puncak keimanan. Narasi ini menormalisasi kepatuhan buta pada otoritas teologis bahkan ketika menyangkut keselamatan jiwa anak — berbahaya sebagai teladan moral.