Bacaan
TopikKisah Nabi Ibrahim (Ayat 83-113)
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).
Kritik
(37:103) Kritik filologis oleh Christoph Luxenberg atas kisah pengorbanan anak oleh Nabi Ibrahim. Teks Arab standar berbunyi "ia membaringkannya di atas dahinya" (wa-tallahu lil-jabini). Luxenberg mengusulkan bahwa jika rasm (huruf gundul) Arab ini diganti pembacaannya ke dalam bahasa Suryani, maknanya akan berubah menjadi "ia mengikatnya ke kayu bakar". Luxenberg mengklaim makna bahasa Suryani ini jauh lebih selaras dengan cerita pengorbanan Ishak menurut literatur Alkitab yang mendahuluinya. (Sumber: Ulasan buku The Syro-Aramaic Reading of the Koran oleh David Richards) (37:103) Koreksi tajam via bacaan Siro-Aramaik (Luxenberg); teks Arab yang dipaksa berbunyi "membaringkannya di atas dahi" sebenarnya adalah rasm yang berasal dari frasa Suryani "mengikatnya ke kayu bakar". (The Syro-Aramaic Reading of the Koran - Wikipedia)
Logical Fallacy
Glorification of violence — kepatuhan Ibrahim menyembelih anaknya dipuji sebagai puncak keimanan.

