Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk membantah kaum Yahudi yang mengkritik Nabi karena memakan daging unta dan meminum susunya, padahal Nabi mengaku mengikuti agama Ibrahim. Allah menegaskan bahwa hal tersebut halal bagi Ibrahim.
TopikMakanan Halal Bani Israel dan Akar Agama Ibrahim
كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Semua makanan itu dahulu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan.131) Katakanlah (Muhammad), "Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar."
Catatan Depag
131) Setelah Taurat diturunkan, ada beberapa makanan yang diharamkan bagi mereka sebagai hukuman. Nama-nama makanan itu disebut di dalamnya. Selanjutnya lihat An-Nisā` (4): 160 dan Al-An'ām (6): 146.
Logical Fallacy
Begging the question — makanan yang diharamkan Bani Israel dikritik dengan meminta mereka 'datangkan Taurat dan bacalah' — mengasumsikan Taurat mendukung posisi Islam.
Contradiction
Ayat 93 menyatakan semua makanan halal bagi Bani Israel kecuali yang 'diharamkan Israel atas dirinya sendiri' sebelum Taurat diturunkan. Ini bertentangan dengan Q6:146 yang menyatakan Allah mengharamkan semua hewan berkuku satu dan lemak hewan memamah biak bagi Yahudi 'sebagai hukuman atas kezaliman mereka'. Inkonsistensi: apakah pengharaman makanan bagi Yahudi bersifat self-imposed (Q3:93) atau merupakan hukuman ilahi (Q6:146)?

