Bacaan
TopikPengingkaran Orang Kafir terhadap Kebangkitan (Ayat 11-19)
أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
Scientific Error
(37:16-17): Pertanyaan 'apakah setelah kita mati dan menjadi tanah dan tulang, kita akan dibangkitkan?' — mengandaikan model sederhana tentang kebangkitan fisik yang bertentangan dengan hukum termodinamika dan biokimia.
Contradiction
Ayat 16–17 menggambarkan orang kafir mengejek konsep kebangkitan: 'Apabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang, apakah kami dibangkitkan?' Al-Quran tidak memberikan penjelasan mekanistik tentang kebangkitan — hanya menegaskan kebangkitan akan terjadi karena Allah berkuasa. Kontradiksi dengan prinsip Q3:190 yang memuji orang yang menggunakan akal: jika akal harus digunakan, mengapa pertanyaan rasional tentang mekanisme kebangkitan ditolak sebagai keingkaran?

