Bacaan
TopikPengingkaran Orang Kafir terhadap Kebangkitan (Ayat 11-19)
وَقَالُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ
Dan mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
Kritik
(37:15 - 56) Terdapat perbedaan besar pada teks lapisan bawah manuskrip Palimpsest Sana'a (Folio 28). Beberapa variannya mencakup: pada ayat 15 versi Sana'a berbunyi wa qalu hadha sihrun mubinun (standar Utsmani: wa qalu in hadha illa sihrun mubinun); pada ayat 22 manuskrip Sana'a menggunakan kata perintah ib'athu (standar: uhshuru); serta pada ayat 58 menggunakan partikel wa ma nahnu (standar: afama nahnu). (Sumber: Tabel Rekonstruksi Sanaa Manuscript berdasarkan studi Behnam Sadeghi & Mohsen Goudarzi) (37:15) Teks bawah (palimpsest) Manuskrip Sanaa Folio 28 membongkar sederet varian teks kasar, dari substitusi kata hingga pemotongan frasa yang tidak sejalan dengan rasm Utsmani standar. (Sanaa manuscript - Wikipedia)
Logical Fallacy
Begging the question — 'ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata' dikatakan kafir, tapi teks tidak membantah tuduhan itu secara logis.

