Ayat 6–10 menyatakan Allah menghias 'langit dunia' (sama' ad-dunya) dengan bintang-bintang dan menggunakannya untuk 'melempar setan' yang mencuri dengar. Ini mencerminkan kosmologi geosentris abad ke-7: bintang sebagai 'lampu' di langit terdekat yang berfungsi ganda sebagai hiasan dan proyektil terhadap setan. Astronomi modern menjelaskan bintang sebagai bola gas raksasa berjarak tahun cahaya, tidak ada di 'langit pertama' atas bumi.