Fatir (Pencipta) Ayat 44

Bacaan

TopikPengetahuan dan Kekuasaan Allah (Ayat 38-45)

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَكَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِنْ شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا

(35:44) Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

Kritik

Appeal to force: kisah kehancuran umat terdahulu digunakan sebagai penutup argumentatif — retributif tanpa substansi baru.

Cacat Logika

Argumentum ad baculum - Mengakhiri persuasi dengan mengajak pembaca melihat reruntuhan kaum yang mendustakan sebelumnya yang telah dihancurkan, dan menempatkan hukuman tersebut sebagai "bom waktu" (ditangguhkan) bagi penentang masa kini.