Fatir (Pencipta) Ayat 27

Bacaan

TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah di Alam (Ayat 27-28)

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا ۚ وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

(35:27) Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

Cacat Logika

Non sequitur & Divine fallacy - Mengeksploitasi keragaman fenomena alam (garis gunung berwarna-warni, keragaman genetik hewan dan manusia), lalu menarik konklusi melompat bahwa karena fenomena alam itu, "hanyalah para ulama" yang berhak takut kepada-Nya.

Sains

S35:27-28 mengklaim keragaman warna buah, gunung, dan makhluk hidup sebagai tanda kebesaran Allah—namun keragaman ini dijelaskan sains melalui evolusi, pigmentasi, dan geologi. Yang lebih problematis, a.28 menyatakan 'yang takut kepada Allah hanyalah para ulama'—klaim epistemologis yang menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan ketakutan teologis secara tidak valid.

Kontradiksi

Inkonsistensi: S35:28 menyatakan hanya ulama yang benar-benar takut kepada Allah—namun S2:62 menyatakan orang Yahudi, Nasrani, dan Shabiin yang beriman dan beramal baik juga mendapat pahala. Jika ketakutan kepada Allah eksklusif untuk ulama Islam, bagaimana non-Muslim yang beramal salih bisa mendapat pahala?