Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 9-14)
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang wanita pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Scientific Error
Klaim asal manusia dari tanah (turab) lalu nutfah (air mani) adalah deskripsi dua langkah yang tidak konsisten secara biologis: manusia tidak diciptakan dari tanah secara individual; tanah hanya relevan dalam konteks Adam sebagai progenitor. Selain itu, penentuan usia dalam 'kitab' mengasumsikan determinisme total yang bertentangan dengan probabilisme biologis.
Contradiction
Kontradiksi: S35:11 menyatakan tidak ada perempuan yang mengandung atau melahirkan kecuali dengan sepengetahuan Allah—namun ini bertentangan dengan realitas keguguran spontan (±15-20% kehamilan) yang terjadi tanpa tujuan yang jelas. Jika setiap kehamilan dalam pengetahuan Allah, keguguran massal menjadi pertanyaan teologis yang tidak dijawab.

