Fatir (Pencipta) Ayat 9

Bacaan

TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 9-14)

وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ كَذَٰلِكَ النُّشُورُ

(35:9) Dan Allah lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan.

Kritik

Ayat 9 (Sisipan yang Merusak Kalimat): Bagian kalimat fa-'inna llaha man yasha'u ("maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki...") menyela secara sangat paksa di antara klausa utama kalimat. Jika klausa tersebut dibuang, kalimatnya justru akan menjadi utuh dan benar secara sintaksis

Cacat Logika

False analogy - Menyamakan fenomena meteorologis dan botani yang alamiah (angin menggerakkan awan dan menghidupkan bumi kering) dengan klaim supranatural kebangkitan mayat dari kubur ("seperti itulah kebangkitan").

Sains

Mekanisme angin membawa awan dan hujan lalu menghidupkan bumi adalah deskripsi observasional biasa—bukan pengetahuan ilmiah yang melampaui pengamatan abad ke-7. Proses evaporasi, kondensasi, dan presipitasi dijelaskan penuh oleh siklus hidrologi modern tanpa memerlukan agen ilahi.