Fatir (Pencipta) Ayat 8

Bacaan

TopikPeringatan tentang Kebenaran Nabi dan Janji Allah (Ayat 4-8)

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

(35:8) Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Kritik

Determinism fallacy & CT: Allah yang menyesatkan siapa yang Dia kehendaki lalu menghukumnya — bertentangan dengan prinsip keadilan. MC (a.8): menegaskan Allah sendiri yang membuat seseorang tersesat lalu menghukumnya.

Cacat Logika

Determinism fallacy & Contradiction - Secara eksplisit dan kontradiktif menyatakan bahwa Tuhan sendiri yang "menyesatkan siapa yang Dia kehendaki", namun manusia yang disesatkan secara deterministik tersebut tetap divonis bersalah atas perbuatannya.

Moral

(35:8): Menegaskan bahwa Tuhan sendirilah yang secara sengaja menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, sebuah determinisme manipulatif yang meruntuhkan ilusi kehendak bebas dan membuat Tuhan menghukum manusia atas "kesesatan" yang Dia ciptakan sendiri.

Kontradiksi

Kontradiksi Penyebab Kesesatan: Ayat ini menyatakan 'Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki' — bertentangan dengan 9:70, 6:12, 30:9 yang menyatakan manusia menzalimi/menyesatkan diri sendiri.