Bacaan
TopikManipulasi Ahli Kitab dan Batas Otoritas Keagamaan
وَلَا تُؤْمِنُوا إِلَّا لِمَنْ تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ الْهُدَىٰ هُدَى اللَّهِ أَنْ يُؤْتَىٰ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَاجُّوكُمْ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۗ قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
(3:73) Dan janganlah kamu percaya kecuali kepada orang yang mengikuti agamamu.129) Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu." Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
Catatan Depag
129) Kepada orang yang seagama dengan kamu (Yahudi/Nasrani) agar mereka tidak jadi masuk Islam atau kepada orang-orang Islam yang berasal dari agamamu agar guncang iman mereka dan kembali kepada kekafiran.
Cacat Logika
Sikap lawan dijawab dengan sikap yang sama. Kebiasaan hanya memercayai yang seagama dikutip sebagai kesalahan mereka. Jawabannya, bahwa petunjuk hanyalah petunjuk Allah, bekerja dengan cara yang sama, yaitu menutup pertimbangan dari luar kelompok.