Bacaan
TopikDebat tentang Ibrahim dan Klaim Identitas Islam
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus,125) muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
Catatan Depag
125) Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

