Bacaan
TopikDebat tentang Ibrahim dan Klaim Identitas Islam
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ حَاجَجْتُمْ فِيمَا لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
(3:66) Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui,123) tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui?124) Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
Catatan Depag
123) Yakni tentang Nabi Musa -'alaihissalām-, Nabi Isa -'alaihissalām-, dan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. 124) Yakni tentang Nabi Ibrahim -'alaihissalām-.
Kritik
Ayat 66 (Interpolasi Kalimat): Kata-kata qul 'inna al-huda huda llahi ("Katakanlah, sesungguhnya petunjuk itu adalah petunjuk Allah") dinilai sebagai sisipan/interpolasi karena merusak dan memutus struktur kalimat aslinya
Cacat Logika
Keberatan dijawab dengan jarak pengetahuan. Mereka ditegur karena berdebat tentang yang tidak diketahui, lalu ditutup bahwa Allah mengetahui sedang kalian tidak. Kalimat itu bisa dipakai terhadap pihak mana pun, termasuk terhadap yang mengucapkannya.