Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 65

Bacaan

TopikDebat tentang Ibrahim dan Klaim Identitas Islam

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(3:65) Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan122) tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?

Catatan Depag

122) Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Nabi Ibrahim -'alaihissalām- itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Nabi Ibrahim -'alaihissalām- itu datang sebelum mereka.

Cacat Logika

Menjawab keberatan dengan mengganti pokoknya. Perdebatan tentang Ibrahim dijawab dengan menunjuk bahwa Taurat dan Injil turun sesudahnya. Urutan waktu turunnya kitab tidak menyelesaikan pertanyaan siapa yang mewarisi jalannya.

Moral

(3:65): Tuduhan kepada Ahli Kitab tentang debat Ibrahim — serangan sepihak tanpa dialog setara.

Kontradiksi

Ayat 65–67 menyatakan Ibrahim bukan Yahudi bukan Nasrani melainkan 'hanif Muslim'. Kontradiksi historis: Ibrahim hidup sekitar 2000 SM, jauh sebelum Yudaisme formal (abad ke-6 SM) dan Kristen (abad ke-1 M). Klaim bahwa Ibrahim adalah 'Muslim' sebelum Islam ada merupakan anachronisme teologis yang dikritik sebagai retroactive religious appropriation. Tidak ada sumber sejarah non-Islam yang mengkonfirmasi Ibrahim mengidentifikasi sebagai Muslim.