Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun melanjutkan perdebatan dengan pendeta Nasrani Najran. Nabi menantang mereka untuk Mubahalah (saling melaknat siapa yang berdusta) dengan membawa keluarga masing-masing (Nabi membawa Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain). Pendeta Nasrani akhirnya mundur ketakutan dan bersedia membayar Jizyah saja.
TopikDebat tentang Ibrahim dan Klaim Identitas Islam
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah 121) agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (di antara kita)."
Catatan Depag
121) Mubahalah ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang bersilang pendapat berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

