Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 55

Bacaan

TopikPengikut Isa, Rencana Allah, dan Perbandingan dengan Adam

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(3:55) (Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan."

Moral

(3:52-60): Penyangkalan identitas komunitas lain — Menyatakan bahwa pengikut Isa sejati adalah 'Muslim' menyangkal identitas komunitas Kristen yang telah berkembang selama berabad-abad. Ini adalah appropriation identitas yang tidak menghormati sejarah dan pengalaman komunitas lain.

Sains

Ayat 55 menyatakan Allah 'mengangkat' Isa kepada-Nya. Q4:158 mengkonfirmasi pengangkatan ini. Konsep 'pengangkatan' tubuh biologis ke langit bertentangan dengan fisika: tubuh biologis tidak dapat menembus atmosfer dan luar angkasa tanpa perlindungan. Konsep ini merupakan kosmologi abad ke-7 yang tidak sesuai dengan pemahaman modern tentang 'langit' sebagai ruang angkasa.

Kontradiksi

Ayat 55 menyatakan Allah berfirman kepada Isa: 'Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku'. Q4:157-158 menyatakan Isa tidak disalib, melainkan 'diangkat Allah'. Namun Q3:55 menggunakan kata 'mutawaffika' yang secara harfiah berarti 'mematikanmu' — diinterpretasi ulama sebagai 'mengambilmu'. Kontradiksi teks: kata 'wafat' (tawaffa) yang digunakan untuk Isa di Q3:55 secara harfiah bermakna kematian, bertentangan dengan klaim Isa tidak mati melainkan diangkat hidup-hidup (Q4:158).