Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 39

Bacaan

TopikKisah Keluarga Imran: Maryam, Zakaria, dan Yahya

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

(3:39) Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan suatu kalimat (firman)118) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi diantara orang-orang saleh."

Catatan Depag

118) Membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kata “kun” (jadilah) tanpa ayah yaitu Nabi Isa -'alaihissalām-.

Kritik

(3:39) Kesalahan sejarah alkitabiah yang fatal; Maria (Maryam) ibu Yesus secara ceroboh disamakan dengan Miryam, saudari Harun dan Musa yang merupakan anak Amram (Imran), sebuah kekeliruan rentang waktu seribu tahun. (The Origins of the Koran,,)

Cacat Logika

Kejadian sekali pakai sebagai bukti. Malaikat memanggil Zakaria di mihrab dengan kabar kelahiran Yahya. Peristiwanya berlangsung tanpa saksi lain, sehingga penerimaan atasnya bergantung sepenuhnya pada penerimaan atas sumbernya.

Sains

(3:39): Malaikat memanggil Zakariya saat berdiri shalat di mihrab — komunikasi supranatural dari malaikat kepada manusia tidak memiliki mekanisme fisik yang dapat diverifikasi.