Al-Qasas (Kisah-Kisah) Ayat 38

Bacaan

TopikKonfrontasi Musa dengan Fir'aun (Ayat 36-42)

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

(28:38) Dia Fir'aun berkata, "Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta."

Kritik

Penggabungan tokoh Firaun, Haman, dan perintah membangun menara dari tanah liat yang dibakar untuk "melihat Tuhannya Musa" adalah anakronisme historis dan geografis yang paling konyol dan fatal. Penulis teks secara serampangan mencomot nama Haman (seorang menteri Raja Ahasyweros dari Persia dalam Kitab Ester) lalu memindahkannya secara paksa ke zaman Musa di Mesir kuno. Lebih parahnya, narasi ini dioplos lagi dengan mitos Menara Babel (Babel dari Mesopotamia dengan bata tanah liat bakar) ke arsitektur Mesir (yang aslinya memakai batu potong). Ini menunjukkan kebutaan sejarah total dari penyusun teks terhadap literatur-literatur yang ia jiplak ceritanya. (Wikipedia, Historicity of the Quran).

Cacat Logika

Straw man & Absurd Extrapolation - Fir'aun mendistorsi konsep ketuhanan Musa dengan mengasumsikan Tuhan adalah entitas fisik yang duduk di atas langit. Ia lalu menyuruh Haman membangun menara tinggi sebagai tes irasional untuk membuktikan bahwa Musa adalah "pendusta".

Sains

Firaun menyuruh Haman membangun menara ke langit dari tanah liat/bata panggang (juga di 40:36-37). Arsitektur bata panggang dan menara tinggi (Ziggurat/Menara Babel) adalah tradisi Mesopotamia, bukan ciri khas bangunan batu Mesir Kuno.

Kontradiksi

Kontradiksi Tujuan Menara: Ayat ini menyatakan Firaun memerintahkan Haman membangun menara untuk melihat Tuhannya Musa — bertentangan dengan 40:36-37 yang menyatakan tujuannya untuk sampai ke jalan-jalan langit dan melihat Tuhan langit.