Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk menanggapi klaim berbagai kelompok yang merasa paling mencintai Allah, baik dari kaum musyrik Quraisy yang menyembah berhala dengan dalih mendekatkan diri kepada-Nya, kaum Yahudi yang merasa sebagai "kekasih Allah", maupun kaum Nasrani Najran yang mengagungkan Isa atas dasar cinta kepada Allah.
TopikKekuasaan Allah dan Larangan Bersekutu dengan Non-Muslim
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Kritik
(3:31) Kesalahan sejarah alkitabiah yang fatal; Maria (Maryam) ibu Yesus secara ceroboh disamakan dengan Miryam, saudari Harun dan Musa yang merupakan anak Amram (Imran), sebuah kekeliruan rentang waktu seribu tahun. (The Origins of the Koran,,)
Logical Fallacy
Appeal to authority (argument from authority, argumentum ad verecundiam): Satu-satunya bukti cinta kepada Allah adalah mengikuti Muhammad — otoritas digunakan untuk menutup pertanyaan.

