Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 29

Bacaan

TopikKekuasaan Allah dan Larangan Bersekutu dengan Non-Muslim

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(3:29) Katakanlah, "Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya." Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Kritik

(3:26-32): Nepotisme teologis — 'Kamu memberi kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki' (3:26) menggambarkan Allah sebagai pemberi keistimewaan arbitrer. Ini justifikasi untuk struktur hierarkis di mana kekuasaan dianggap berasal dari kehendak ilahi, bukan dari mandat rakyat.

Cacat Logika

Pengawasan sebagai pengganti alasan. Ditegaskan bahwa yang disembunyikan maupun yang ditampakkan sama-sama diketahui Allah. Yang ditambahkan kepastian ketahuan, bukan alasan mengapa yang disembunyikan itu salah.

Moral

(3:26-32): Diskriminasi dalam persahabatan — Larangan mengambil 'pemimpin dari orang-orang kafir' (3:28) menciptakan apartheid sosial dan politis. Dalam masyarakat plural, pemimpin harus dinilai berdasarkan kompetensi, bukan kepercayaan agama.