Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 25

Bacaan

TopikKabar Surga, Perumpamaan, dan Penciptaan Alam (25-29)

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

(2:25) Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.

Kritik

(2:25-29): Kosmologi pra-ilmiah — Deskripsi surga dengan "sungai-sungai yang mengalir di bawahnya" dan "pasangan-pasangan yang suci" menggambarkan impian pastoral tanpa inovasi teknologi atau intelektual. Teks ini tidak menawarkan visi utopia yang progresif.

Moral

(2:25-29): Hedonisme spiritual — Menjanjikan surga sebagai tempat pemenuhan nafsu sensoris (makan, minum, pasangan) mengurangi motivasi untuk pengembangan moral dan intelektual. Konsep surga ini lebih mirip resort mewah daripada pencapaian spiritual.

Kontradiksi

Kontradiksi dengan 79:27-30 yang menyatakan langit diciptakan SETELAH bumi — urutan penciptaan yang berbeda. Kontradiksi dengan 41:9-12 yang memberikan urutan penciptaan yang berbeda lagi. Inkonsistensi internal tentang kosmologi.