Bacaan
TopikKekuasaan Allah dan Larangan Bersekutu dengan Non-Muslim
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(3:26) Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kapada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun untuk menanggapi ejekan kaum munafik dan Yahudi ketika Nabi Muhammad SAW menjanjikan bahwa umatnya kelak akan menaklukkan kerajaan Persia dan Romawi. Riwayat lain menyebutkan ini terkait mukjizat kilatan cahaya dari batu saat menggali Parit (Khandaq), di mana Nabi melihat istana-istana musuh yang kelak akan ditaklukkan.
Kontradiksi
Kontra 4:135 dan 4:75. Kekuasaan disebut diberikan dan dicabut menurut kehendak Allah, jadi penguasa yang zalim pun berkuasa atas kehendak itu, sedangkan dua ayat itu memerintahkan menegakkan keadilan dan menolong orang tertindas melawan penguasa.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

