Bacaan
TopikTuduhan kepada Ahli Kitab: Manipulasi Kitab dan Impunitas
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
(3:24) Hal itu adalah karena mereka berkata, "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Mereka terpedaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.
Kritik
(3:24) Kritik intertekstual menyoroti frasa "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Konsep ini dinilai meminjam tradisi dari literatur Talmud Yahudi (b. Rosh Hoshanah 16b–17a) yang mengidentifikasi adanya kelas pendosa menengah yang akan turun ke Gehinnom (neraka) dan menderita sementara waktu untuk disucikan sebelum bangkit kembali. (Sumber: buku The Qur'an and the Bible: Text and Commentary oleh Gabriel Said Reynolds)
Cacat Logika
Menyimpulkan isi hati (mind reading). Keyakinan bahwa neraka hanya menyentuh beberapa hari disebut buah dari terpedaya oleh yang mereka ada-adakan. Alasan yang mereka pegang tidak ikut disebutkan, hanya penilaian atas sumbernya.