Ali 'Imran (Keluarga Imran) Ayat 19

Bacaan

TopikAncaman bagi Orang Kafir dan Klaim Keunggulan Islam

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

(3:19) Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab115) kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Catatan Depag

115) Ialah Kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur`an.

Cacat Logika

Kesimpulan yang sudah ditanam di premis (begging the question). Dinyatakan bahwa agama di sisi Allah ialah Islam. Yang seharusnya dibuktikan langsung dipasang sebagai keterangan, lalu perselisihan Ahli Kitab dijelaskan sebagai kedengkian, bukan sebagai beda kesimpulan.

Moral

(3:19): Menegakkan supremasi keagamaan secara sepihak dengan klaim bahwa agama yang sah di sisi Tuhan hanyalah "Islam". Doktrin ini menutup rapat pintu bagi toleransi, pluralisme, dan kesetaraan antar-keyakinan.

Kontradiksi

Ayat 19 menyatakan 'agama di sisi Allah ialah Islam'. Q2:62 menyatakan Yahudi, Nasrani, dan Sabi'in yang beriman dan berbuat baik akan mendapat pahala. Kontradiksi: jika hanya Islam yang diterima Allah (Q3:19, Q3:85), bagaimana Q2:62 menjanjikan keselamatan bagi Yahudi dan Nasrani yang beriman? Ini adalah kontradiksi inklusivisme vs. eksklusivisme yang tidak terselesaikan dalam Al-Quran.