(3:1-9): Eksklusiisme epistemologis — Membagi manusia secara mutlak menjadi 'orang yang beriman' vs 'orang kafir' (3:6) mengaburkan spektrum keyakinan yang kompleks. Konsep 'hidayah' sebagai keistimewaan eksklusif menciptakan superioritas teologis tanpa dasar.