Bacaan
TopikPedoman Muamalah: Utang-Piutang, Saksi, dan Jaminan (282-284)
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungankannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Contradiction
Ayat 284 menyatakan Allah memperhitungkan apa yang ada dalam hati, tersembunyi maupun terang, lalu 'memberi ampun atau mengadzab siapa yang Dia kehendaki'. Namun Q2:286 (ayat berikutnya) menyatakan 'Allah tidak membebani seseorang melebihi kesanggupannya' dan doa 'jangan hukum kami jika kami lupa atau salah'. Kontradiksi langsung: Q284 mengancam hukuman atas isi hati, Q286 memohon pengampunan atas kelupaan dan kesalahan.

