Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang menginfakkan hartanya siang dan malam untuk memelihara kuda semata-mata demi berjihad di jalan Allah. Riwayat lain menyebutkan ini khusus memuji Ali bin Abi Thalib yang menyedekahkan empat keping dirham terakhirnya: satu di malam hari, satu di siang hari, satu sembunyi-sembunyi, dan satu terang-terangan.
TopikKeutamaan Sedekah, Cara Berinfak, dan Larangan Menyakiti (261-274)
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Moral Concern
(2:253-286): Terorisme ekonomi — Mengancam "perang dengan Allah" untuk pelanggaran kontrak keuangan adalah terorisme ekonomi. Dalam sistem ekonomi modern, sengketa keuangan diselesaikan melalui arbitrase dan pengadilan, bukan ancaman supernatural. Larangan riba tanpa alternatif sistem keuangan yang jelas justru menciptakan ekonomi bawah tanah (影子银行).

