Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena sebagian umat Islam awalnya merasa berdosa dan menolak memberikan sedekah/bantuan kepada kaum kerabat mereka yang masih musyrik atau Ahli Kitab (seperti kisah Asma binti Abu Bakar yang didatangi ibu kandungnya). Allah menegaskan bolehnya bersedekah kepada mereka. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Allah meminta umat Islam untuk tidak enggan bersedekah kepada fakir miskin hanya karena mereka belum beriman. Ayat ini turun berkaitan dengan kisah beberapa sahabat yang tidak mau bersedekah kepada kerabat mereka sendiri yang masih musyrik. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikKeutamaan Sedekah, Cara Berinfak, dan Larangan Menyakiti (261-274)
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).

