Bacaan
TopikKeutamaan Sedekah, Cara Berinfak, dan Larangan Menyakiti (261-274)
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
(2:271) Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu,104) maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
Catatan Depag
*104) Menampakkan sedekah dengan tujuan agar dicontoh orang lain bukan untuk riya`.
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW mengenai perbandingan keutamaan dalam sedekah: apakah memberikan sedekah secara sembunyi-sembunyi lebih baik ataukah memberikannya secara terang-terangan.
Cacat Logika
Dua anjuran tanpa aturan pendamai. Sedekah terang-terangan disebut baik, dan yang disembunyikan disebut lebih baik. Kapan masing-masing berlaku tidak disebutkan, padahal keduanya menuntun ke arah yang berlawanan.