Al-Baqarah (Sapi Betina) Ayat 20

Bacaan

TopikSifat Orang Kafir dan Munafik (6-20)

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

(2:20) Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Kritik

(2:6-20): Determinisme teologis — Klaim bahwa "Allah telah mengunci hati, pendengaran, dan penglihatan" orang kafir (2:7) menghilangkan tanggung jawab moral individu. Jika Allah yang mengunci hati mereka, mengapa mereka dihukum atas kekafiran yang sudah ditakdirkan? Ini adalah fondasi teologis untuk fatalisme.

Cacat Logika

Bantahan yang dibuat kebal (unfalsifiability). Ditambahkan bahwa sekiranya Allah menghendaki, pendengaran dan penglihatan mereka bisa dihilangkan. Baik mereka menolak maupun menerima, keduanya sudah disediakan penjelasannya, jadi tidak ada hasil yang bisa membantah klaimnya.

Kontradiksi

Kontradiksi Free Will: Jika Allah dapat dan mungkin akan menghapus pendengaran/penglihatan orang kafir, tanggung jawab moral mereka atas penolakan Islam menjadi dipertanyakan — mereka mungkin saja tidak bisa beriman karena Allah belum mengizinkan.