Bacaan
TopikKeutamaan Sedekah, Cara Berinfak, dan Larangan Menyakiti (261-274)
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
Scientific Error
Perumpamaan satu biji yang menghasilkan 7 tangkai × 100 biji = 700 biji (ayat 261) secara agronomi sangat berlebihan. Gandum rata-rata menghasilkan 20–50 biji per malai, jagung 200–400 biji per tongkol. Walaupun ini perumpamaan, angka 700× dipakai sebagai gambaran literal pahala yang mencerminkan pemahaman agronomis yang tidak akurat.

