Bacaan
TopikDebat Ibrahim, Kisah Uzair, dan Kebangkitan (258-260)
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
(2:260) Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika Nabi Ibrahim AS meminta agar Allah memperlihatkan secara langsung cara menghidupkan makhluk yang sudah mati. Hal ini didorong oleh rasa takjub beliau saat melihat bangkai hewan di tepi pantai yang dicabik-cabik oleh hewan buas dan burung agar hatinya terhindar dari bisikan keraguan setan.
Sains
Empat burung dicincang, potongannya ditaruh di puncak bukit yang berbeda, lalu dipanggil dan datang utuh. Tubuh yang sudah terpisah tidak menyimpan cara untuk menyusun dirinya kembali, dan tidak ada hewan bertulang belakang yang bisa memulihkan diri dari keadaan itu.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

