Bacaan
TopikPelajaran dari Umat Terdahulu (Ayat 42-48)
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
(22:46) Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
Sains
Ayat ini menempatkan kemampuan berpikir pada hati, qulub, dan menyebut yang buta bukan matanya melainkan hati di dalam dada. Berpikir terjadi di otak; jantung memompa darah dan tidak menyimpan ingatan maupun penalaran. Anggapan bahwa jantung pusat akal memang lazim di kedokteran kuno.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

